Tampilkan postingan dengan label Cerpen Karyaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen Karyaku. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Februari 2020

AGAR KATA-KATA TIDAK HILANG MAKNA


Pinterest

Bertemanlah dengan orang positif, pasti ketularan positif. Kala rerumputan bertanya pada semilir angin, mengapa tidak ada yang meliriknya. Angin menjawab, itu karena rumput diciptakan untuk selalu di tanah. Akarnya kuat, meskipun daunnya mudah tertiup angin. Kalau ada angin besar, tidak mudah patah. Lihat pohon besar itu! Kendati besar, tetapi cabang atau ranting, bahkan batangnya bisa patah sewaktu kena badai. Bersyukurlah, rumput. Kecil-kecil, tetapi akarmu yang kokoh tidak mudah tercerabut dari tanah.

Iya, angin, itu betul. Tapi enak ya jadi angin. Bisa ke sana ke mari. Bisa melihat pemandangan di seluruh belahan dunia. Sedangkan rumput cuma bisa diam di tempatnya. Rumput merajuk.


Angin membisu. Ia menarik napasnya kemudian mengembuskan perlahan. Rumput, kau seharusnya banyak bersyukur. Angin tak sehebat yang rumput kira. Angin pun patuh pada kehendak Tuhan, ke mana ia harus melanglang buana.


Angin sedih karena rumput tidak bisa melihat apa yang dilihatnya. Banyak pepohonan rubuh karena kencangnya tiupan angin. Atap-atap rumah juga beterbangan, bahkan angin pun kerap hadir dan disebut namanya pada momen-momen bencana alam. Sungguh, penderitaan makhluk-makhluk lainnya telah ia saksikan. Dan ia tak bisa menolak kehendak Tuhan atas apa yang telah menjadi tugasnya. Rumput hanya melihat dari sudut pandangnya saja, wajarlah kalau pikirannya sependek jangkauan matanya.


Rumput, banyaklah melihat sekitarmu. Ambillah pelajaran darinya. Jangan banding-bandingkan dirimu dengan makhluk lainnya. Sesungguhnya kau banyak memiliki kelebihan yang makhluk lain tidak melihat, bahkan menganggapmu. Carilah apa yang menjadi kelebihanmu dan banggalah dengan itu. Kau itu istimewa. Stop mengeluh dan berikan manfaat bagi makhluk lainnya. Tidak ada satu pun makhluk yang diciptakan Tuhan dengan sia-sia di muka bumi ini. Angin pun bersiap untuk meninggalkan rumput yang terdiam. Sebelum pergi, angin membelai dan meniupkan kesegaran udara di atas kepala rumput. Rumput tersenyum.

Cerpen Pilihan Kompasiana

Kamis, 30 Januari 2020

LELAKI MISTERIUS


Azan Subuh rekaman mengalun sangat merdu dari speaker mesjid, disela dengking suara motor yang lalu lalang. Tak lama kemudian terdengar suara ikomat yang keriting disela batuknya.

"Gue istirahat dulu!" kata lelaki yang semalaman main gaple bersama enam tukang ojek terminal.
Keenam lelaki lain saling berpandangan.
"Siapa sih dia?" tanya seorang di antara mereka.
"Taau, semaleman maen kita kagak pernah menang lawan dia," sahut lelaki berkumis tebal.
"Yang gue heran nih, tiap azan mesti dia ngeloyor ke mesjid, gue jadi malu karena kagak pernah solat," ujar lelaki berkaos hijau bertuliskan huruf EGP warna merah.
"Gue kira nih, dia punya ilmu, soalnya dia bisa menang terus!" timpal yang lainnya.
"Gimana kalo kita susulin dia ke mesjid!" usul si jangkung yang bercodet di pipi kirinya.
Semua mengiyakan dan menyusul lelaki misterius tadi.

Setibanya mereka di mesjid, ternyata jamaah sudah bubar. Tersisa satu orang dan itu adalah lelaki misterius yang mereka cari. Tampak lelaki itu khusuk berzikir. "Bapak-bapak, kenapa ga ikut jamaah tadi?" tegur marbot.
"Eh, anu... lagi mens!" sahut lelaki berkumis tebal sekenanya.
"Emang, siapa sih lelaki yang duduk di situ?" tanya temannya.
"Hm, tau kagak, itu ustad yang suka imam di mari, suaranya merdu banget." sahut sang marbot sambil berpamitan kepada mereka.

====
Cerita pendek ini memang fiksi, tetapi main gaplenya fakta. Ini terinspirasi dari cerita ustad yang mengajar tajwid, makhrojul huruf di mesjid sekitar rumah saya. Sayangnya, saya gagal mengingat siapa namanya. Pesan beliau, dalam berdakwah itu tidak selalu menggunakan ayat-ayat, di mimbar mesjid. Dakwah justru lebih efektif dengan teladan, tidak banyak omong, tetapi menggerakkan.

Kalau melihat teman yang kesurupan juga beliau berpesan agar jangan panggil beliau, tetapi setiap kita juga bisa merukyah. Baguskan bacaan Alquran, mantapkan hafalan walau bisanya cuma qulhu.

Yang saya takjub pada ustad ini adalah, ketika beliau baru masuk pintu rumah teman saya yang kesurupan, beliau salam, "Assalamu alaikum wahai makhluk Allah", jin langsung kabur, padahal tadinya teman saya meludahi saya dan teman-teman yang membacakannya zikir Al-matsurat. Beliau pesan, "Antum harusnya bisa merukyah sendiri! Tidak perlu panggil ana. Baguskan bacaan (Alquran) dan mantapkan hafalan!" Setelah itu, beliau pergi. Dan kami harus berusaha keras mengusir jin itu dari tubuh teman saya. Saya menyerah dan pulang membawa penyesalan mengapa saya hanya hafal qulhuwallahu ahad, qul auzubirobbil falak, dan qul auzubirobbin naas.





Selasa, 22 Januari 2019

CERITA DARI UGD

Anak keduaku, Fadhil,  sudah 2 hari (Sabtu dan Ahad) hilang kesadaran karena demam dan diare. Meracau dan tak ingat apa-apa. Ia merengik terus. Bola matanya ke atas, hingga aku sangat khawatir. Akhirnya, Ahad 20 Januari 2019, setelah shalat Isya, aku dan suami membawanya ke UGD Puskesmas Cigombong.

Sampai di sana, kami disuruh langsung ke rumah sakit yang lebih besar, karena anakku sudah hilang kesadaran. Tak perlu surat rujukan untuk kasus gawat darurat. Dan kami membawanya ke RS. Bhakti Medicare Sukabumi, karena itu yang terdekat. Celana Fadhil penuh kotoran, ah mengapa saya baru terpikir untuk membeli pampers sekarang.

Di UGD, anakku diterima dan langsung diinfus dan diambil darahnya. Jangan harap ada kursi untuk duduk, aku berdiri dan duduk di lantai yang tak terjamin kebersihannya. Ruang UGD sangat penuh, begitupun ruang rawat inapnya. Sepanjang malam aku berjaga, bergantian dengan suami, kusetel audio al matsurat dan membaca Al Fatihah berulang kali untuk menenangkan Fadhil. Pasien lainnya muntah sangat hebat, untung ada bagian cleaning service yang langsung mengepelnya. Bergantian orang yang masuk UGD, semua sudah masuk ruang rawat inap kecuali anakku. Dokter jaga menyarankan agar kami mencari rumah sakit lain yang ada fasilitas PICU (khusus anak). Fadhil dehidrasi berat jadi perlu penanganan yang intensif.

Pukul 2 dini hari aku sibuk menghubungi rumah sakit di Jakarta, menanyakan ada fasilitas PICU atau tidak, menerima BPJS atau tidak. Hal itu dikarenakan pihak rumah sakit sudah menghubungi rumah sakit Bogor dan Sukabumi, dan ternyata sudah penuh, tak ada kamar inap.

Mengapa kupilih rumah sakit di Jakarta, alasannya karena supaya dekat dengan rumah orang tuaku. Kalau ada apa-apa gampang bolak-baliknya.

Kemudian, pihak rumah sakit mengabari, bahwa RS. Puri Medika Jakarta Utara menerima pasien BPJS dan memiliki ruang PICU. Alhamdulillah.

Bertepatan dengan azan Subuh, kesadaran anakku kembali. Allahu Akbar! Kami senang sekali. Tapi tetap tak bisa pulang, kami harus membawanya ke rumah sakit lain. Senin, 21 Januari 2019, pukul 12.00, ambulan membawa kami ke Jakarta. Ambulans terasa panas karena AC rusak, anak sulungku yang juga sedang kurang sehat (sebenarnya diare juga tapi dia takut dirawat) muntah karena memang suka muntah kalau naik mobil.

Sampai di Puri Medika sekitar pukul dua siang.
Bagian pendaftaran tampak kurang bersahabat, mungkin karena cuma satu orang yang melayani. Kami terdaftar BPJS kelas 1 tapi ia bilang di kelas 2 saja. Olehnya, aku disuruh daftar ke bagian rawat inap. Katanya disuruh menunggu, tapi ternyata ganti orang, tak apa yang penting anakku dapat kamar,  terserah mau kamar nomor berapa. Aku kembali ke ruang UGD dan menunggu anakku dipindahkan.

Aku menunggu cukup lama (ternyata bagian pendaftaran belum konfirmasi ke UGD mengenai kepastian kamar berapa), bagian UGD menelepon dan bagian pendaftaran datang baru memberi tahu. "Maaf, aku lagi sybuk!" kata wanita itu ke bagian UGD. Suamiku ke rumah mama setelah ada kepastian kamar.

Barulah Fadhil dipindahkan ke kamar 312.
Mengenai fasilitas, ternyata Fadhil mendapat kamar yang lebih baik daripada kelas 1, katanya kamar kelas 1 AC-nya mati. Kamar untuk 1 pasien, ada tv flat, dispenser, AC, kamar mandi dengan WC duduk.  Alhamdulillah, suster dan cleaning servis sangat kooperatif.

Suster tampak sangat baik tapi juga kelelahan, entah mengapa di sini sepertinya kurang orang atau bagaimana. Satpam wanita yang pernah membantu mendorong ranjang ke kamar juga mengaku kurang istirahat dan pusing, ia meminta obat ke suster, suster pun menyarankan minum parasetamol saja.

Petang harinya, baru  kusadari bahwa kamar mandi tidak ada lampunya. Orang CS langsung memoto kamar mandi dan melaporkan ke atasannya, sehingga lekas dipasang lampunya.

TV flat tidak dipakai karena saya belum tahu cara menggunakannya dan tidak ada remotenya.  Suster juga kurang tahu penggunaannya. Tak masalah, yang penting anak saya dilayani dengan baik, saya bersyukur. Untuk dispenser 3 kran, ternyata galonnya kosong, dan harus isi ulang sendiri. Alhamdulillah orang CS mau disuruh isi ulang air galonnya. Di awal, air panas masih mengalir, tapi kemudian hanya air dingin yang keluar. Padahal, saya sangat membutuhkan air panas karena saya dan suami yang menjaga anak saya juga sedang batuk. Alhamdulillah ala kulli haal.

Alhamdulillah, hari pertama, ada mama yang sigap menolng kami, anak pertamaku dibawa ke rumah mama dan diurus oleh Tri, adikku. Fadhil masih mencret, tapi ketika ditensi sudah 35 derajat celsius. Alhamdulillah.

Selasa,  22 Januari 2019, pukul 06.15, suhu tubuh Fadhil sudah 36 derajat celsius. Alhamdulillah. Ia masih tertidur pulas.

Pukul 07.30 Fadhil dibangunkan untuk diambil darahnya. Diberi bubur sumsum, obat diare, dan obat cacing (entah mengapa dokternya memberi resep obat cacing). Fadhil sudah dilap badannya tapi masih pusing untuk bisa duduk. Sprei pun sudah diganti. Memang aku cukup cerewet dalam hal kebersihan. Aku juga minta perban infus di tangan Fadhil diganti.
"Emang sudah berapa hari?"
"Dua hari."
Suster pun mengganti perban yang sudah dekil itu.

Pukul 10.35 dokternya visit, katanya trombositnya turun jadi 156, ke arah demam berdarah, tapi gak demam. Aneh,  dokter bilang paru-paru bersih, tapi batuk pilek.

PESAN SENYAP DARI RUANG UGD
.
.
Siapa yang tahu sakit akan dialamatkan kepada siapa, jam berapa, di mana, dan sakit apa. Kalau boleh meminta, kita ingin sehat selamanya membersamai kita. .
.
Satu pelajaran, jangan remehkan diare, muntah, dan demam. Sepele tapi tak main-main risiko yang harus kita hadapi. Tak mudah memang untuk bisa menerima kenyataan bahwa orang yang kita sayangi atau bahkan diri kita sendiri ternyata s-a-k-i-t. Jangan abai pada keluhan sekecil apapun. .
.
Ya Allah, Yang Maha Penyembuh, Rabbannas, saya terima bahwa saya sekeluarga sakit. Saya terima sebagai takdir, setelah saya mengoptimalkan ikhtiar. Tolong sembuhkan kami dengan tidak meninggalkan rasa sakit lagi. Jadikan sakit sebagai kafarat dosa-dosa kami. Aamiin. .
.
@30haribercerita #30hbc1921

Senin, 17 Desember 2018

JODOH IMPIAN

Teman, izinkan kuberbagi apa yang telah kudapat dari Ust. Baharuddin Munir dalam training pasutri.

Bismillah,

Tidak ada pernikahan yang tanpa masalah dan tidak ada pasutri yang selalu hangat dan romantis.

Namun, landasan berkeluarga adalah akidah, menginginkan legalitas hubungan yang halal, dan memiliki visi mardhatillah (ridha Allah).

1. Nikah itu tuntutan dan tuntunan agama
2. Nikah itu jalan untuk menyalurkan fitrah insani.
3. Nikah itu jalan untuk menjaga kesucian manusia.
4. Nikah itu sarana membangun ketenangan, cinta, dan sayang. Sakinah, mawaddah, warohmah.

πŸ’–Cinta itu memberi dan menunaikan kewajiban, bukan menuntut hak untuk diberi.

πŸ™‡Otak pria dan wanita jelas berbeda, ini membuka peluang ketidakcocokan.

😭Ada kalanya, karena terpisah jarak dan waktu, sikap dan perasaan cinta terhadap pasangan akan berubah.

⚠Oleh karena itu, kita perlu mengenal pasangan.
Bagaimana cara mengenal pasangan?
Nanti yah disambung lagi...

🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁🎁

BAGAIMANA MENGENAL PASANGAN?

Untuk mengenal siapa pasangan, kenali sifat dasarnya, umumnya laki-laki seperti apa dan umumnya perempuan itu seperti apa. Ustaz Baharsyah sudah ngejembrengin (baca:menyebutkan) semuanya.

SIFAT LAKI-LAKI
Menggampangkan
Kontrol emosi stabil
Mengutamakan logika
Tenang menghadapi masalah
Jarang marah, sekalinya marah bisa main fisik
Udah beres, baru bilang kalau ada masalah
Mampu menyimpan kesedihan
Tidak mudah frustrasi
Tidak berpihak/netral
Tidak mudah sharing
Sharing hanya kepada orang yang dia percaya
Survival
Memiliki gengsi yang besar
Tidak mau ditolong
Tidak suka dikekang/diatur
Mandiri
Tidak suka masalahnya dicampuri orang lain
Cuek
Kurang peka
Visual
Fokus pada satu bidang saja
Lebih suka diam utk cari aman

SIFAT PEREMPUAN:
Terlalu khawatir dengan yang belum terjadi
Pencemas
Ekspresif
Emosional
Mudah dihasut/dipengaruhi
Sensitif
Mudah merasa tidak dihargai/diabaikan
Tidak mandiri
Butuh waktu lama untuk parkir
Multitasking
Menghargai cinta, komunikasi, dan hubungan.
Lebih banyak curhat

Dalam sehari, perempuan bisa 20ribu kata, laki-laki paling banyak 7ribu kata.

Tiga Hal yang Dihindari dalam Rumah Tangga
1⃣Hindari KDRT
2⃣Hindari caci-maki, kata-kata yang menyakiti pasangan
3⃣Jaga rahasia keluarga

Mari kita bahas, mengapa 3 hal tersebut perlu dihindari. Siapa tahu bisa jadi bahan instropeksi kita.

1⃣Penyebab sering terjadinya KDRT adalah karena rasa gengsi laki-laki yang besar. Ia tidak ingin saat bertengkar, suara istri meninggi (harga diri suami naik, merasa dibantah, menganggap istri durhaka dan suka membantah) terdengar oleh tetangga. Suami kalap, membekap, bahkan memukul istri dengan tujuan agar istri diam, sehingga tetangga tidak tahu kalau sedang terjadi pertengkaran.
Dalam hadis diriwayatkan, saat sahabat bertanya bagaimana akhlak Rasul kepada istrinya, Aisyah menerangkan bahwa Rasulullah sekalipun tidak pernah memukul, orang yang paling mulia, dan menurut Aisyah, beliau suka tertawa dan suka tersenyum.

Zaman sekarang bukan hanya suami yang abai terhadap hak istri, mengapa? Mungkin istri hari ini perlu instropeksi diri. Hayoo, siapa yang suka gak izin sama suaminya kalau pergi?

"Ay, Bebeb izin ke mall ya? Sebentar, paling sampai isya."
"Memang Bebeb lagi di mana?"
"Udah sampai mall nich."
"Itu namanya pemberitahuan, Beb. Bukan izin!" kata suaminya kezel.

Perhatikan hak suami dan kapan harus meminta izinnya, ya Beb.

1⃣Istri tidak menolak saat dibutuhkan sekalipun di atas punggung unta. Haknya suami untuk ditaati oleh istri.
2⃣Istri tidak berpuasa sunah tanpa izin suami.
3⃣Istri harus izin suami jika bersedekah dengan uang suaminya.
4⃣Istri tidak keluar rumah tanpa izin suami sekalipun suaminya orang yang alim.
5⃣Istri dilarang memasukkan lelaki yang bukan mahromnya ke dalam rumahnya jika suami tidak berada di rumahnya.

2⃣ Sakit hati banyak terjadi karena tajamnya lidah.. Biasakanlah istri tidak mengomel saat suami terlambat pulang kerja. Saat pulang kerja, suami juga tahan lisan untuk tidak mengomel melihat rumah berantakan, kali aja istri sudah capek masak buat suami sampai gak sempat mandi, gak sempat ngapa-ngapain, sayur dan lauk udah dipanasin berkali-kali, suami ga pulang-pulang lagi. Istri sudah nyapu kamar pas pindah nyapu ke ruang tengah, anak berantakin yang di kamar, istri beresin dapur, anak berantakin ruang tengah, begitu terus sampai sehari nyapu-ngepel 5x.

Suami pulang telat mungkin kena macet, padahal sudah beliin makanan kesukaan anak-istri sampai sudah dingin karena macet. Sudah macet diomelin orang di jalan karena gak fokus hampir nabrak motor orang.

Istri jangan suka meninggikan suara, karena suami pasti menganggap istrinya sedang melawan, membantah, tidak taat, durhaka dan sebagainya. Padahal istrinya tidak bermaksud meninggikan suara, itu ekspresi aja kalau istri lagi butuh penghargaan dari suami, capek loh seharian ngurus rumah dan anak. Cuma ingin perhatian, pengennya dielus, dipeluk aja, syukur-syukur dibawa jalan-jalan ke Mekah, gitu.

3⃣ Rahasia keluarga jangan diumbar.
Karena sifat perempuan itu ekspresif, lagi seneng atau lagi susah pasti disebut di status. Ups, jangan-jangan saya termasuk neh. Astagfirullah, maafkan yaaa, say.

Jauhi medsos kalau lagi berantem sama suami. Istri pakaian suami, sebaliknya suami pakaian istri. Saling menutupi aib keluarga ya.

Istri kalau lagi ribut sama suami jangan sekali-kali ngadu sama orang tua, apalagi sama mama. Mama bakalan sakiiiit hatinya kalau tahu anaknya disakiti. Ntar giliran istri dah akur sama suami, mama masih sakit hati. Sakitnya sampai ke ubun-ubun. Mau akur lagi, mama gak rela....Kalau udah begitu, yang rugi siapa? Suami-istri malah gak jadi kangen-kangenan deh.

Sifat laki-laki tidak mau diatur dan dilarang-larang. Kalau dilarang malah ia merasa harga dirinya diinjak-injak. Di rumah mungkin seperti anak manis, tapi kalau di luar ia malah merasa nyaman dengan perempuan lain. Nah looh, yang rugi siapa? Ujung-ujungnya istri merana kalau suami kepincut sama yang di sono. Nauzubillahi min zalik.

Ups, karena saya perempuan ya saya nulis ini dengan segala sifat keperempuanan saya, jadi agak lebay dikitlaaah. Harap maklum, jangan tuduh saya lebay, karena emang iya. Hahaha.

Kalau qodhoya (baca:curhat) harus sama orang yang dapat dipercaya, misalnya sama murobbi. Kita yakin masalah gak bakal bocor. Dengan kita curhat, ada harapan bakal ada solusi, bukan koleksi masalah ya. Kalau perempuan bisa jayak gitu, nah kalau laki-laki pas ditanya, "Ada yang mau qodhoya?" pasti jawabannya, "Khoiyr, Ustaz." Bahayanya, memendam masalah itu ibarat bom waktu, suatu saat bisa meledug eh...kompoooor kali ya. Meledak, maksud saya.

🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Bagaimana cara menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga?

1⃣ Perlu dilatih EMPATI pada keinginan pasangan. Pasangan ingin kita bersikap romantis, tapi kita cuek, pasangan yang akan menderita.
2⃣Belajar MENDENGARKAN keluhan pasangan. Suami betah atau tidak mendengarkan curhatan istri?
3⃣Bukan hanya mendengarkan, tapi berusaha MEMAHAMI apa yang menjadi keinginannya. Ini berlaku sebaliknya, ya.
4⃣Terakhir, MENGENDALIKAN DIRI dari mengambek, mendendam, berniat membalas dendam, merasa diri paling benar, memukul, apalagi terucap kata "Pisah" atau "Cerai". (Nauzubillahi min zalik)

πŸ’–The Inspiring RomanceπŸ’–

Bagaimana menciptakan keromantisan dalam hubungan suami-istri? Jangan bilang saya gak bisa romantis! Tips yang bisa dipelajari dari Ust. Baharsyah sebagai berikut.

1⃣Pujian
Istri biasa memuji suami, tapi suami? Padahal, pujian bagi perempuan memiliki dampak luar biasa, tapi sebaiknya dikontrol dengan baik.
Perempuan senang dirayu dan dipuji.
Rasulullah memuji Aisyah dengan sebutan, "Wahai yang pipinya kemerah-merahan". Contoh Rasulullah sebagai qudwatun hasanah ya. 😊

2⃣Pelukan
Berapa kali dalam sehari suami memeluk istrinya? Doooh, padahal memeluk istri lebih dari 20 menit akan melepaskan toksin-toksin dan menghasilkan hormon endorfin, hormon kebahagiaan.
Oleh karena itu, seringlah peluk, cium kening istri, dan ucapkan kata-kata rayuan.

3⃣Jaga penampilan
Jangan cuma istri yang harus memperhatikan penampilan, suami juga perlu:
πŸ‘•Mencuci pakaian
🦁Cukur bulu kumis, ketiak, kemaluan
πŸ“Bersiwak/sikat gigi
πŸ‘³Berhiaslah.
Suami tidak boleh abaikan hal ini, begitu pula sebaliknya.

4⃣Siapkan suasana
Membangun suasana intim di dalam kamar yang memiliki privasi, tidak dimasuki anak-anak.

Caranya:
Foto berdua
Lampu redup/lilin
Siapkan makanan kecil/minuman untuk berdua
Sprei tidak harus baru tapi rapi
Bunga penghias kamar (jangan bunga bangkai)
Kamar diberi pengharum (kalau tak ada, obat nyamuk bakar pun jadi πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚)

Jika ada rezeki, ajak pasangan menginap di vila/penginapan
Jangan mengajak anak yaa
Ajak istri jalan melihat pemandangan
Lomba lari
Becanda/cerita humor
Bertukar hadiah🎁
Hadiah tak perlu mahal
Beri kejutan

5⃣Pemanasan
Jangan seperti hewan yang langsung melakukannya. (Kucing aja berisik sahut-menyahut dulu, kejar-kejaran dulu, sampai loteng jebol. πŸ˜‚)

Mulailah secara bertahap, caranya dengan:
1⃣Pandang dengan tatapan mesra
2⃣Sentuh dengan halus
3⃣Sanjung/puji/rayu pasangan
4⃣Buat suasana rileks
5⃣Berdoa
6⃣Selanjutnya terserah Anda. πŸ˜‰

πŸ’Tips Berduaan yang SunahπŸ’

1⃣Mandi berdua dalam satu bejana. ( kalau sekarang bathtub kali yaa)
2⃣Sepiring dan segelas berdua.
Istri menjilati tangan bekas makan suami, begitupun sebaliknya)
3⃣Tidur dalam satu selimut. (Jangan satu sarung, gak muaaat. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚)
4⃣Sediakan buah/makanan kecil yang manis/minuman sebagai pemanasan.

Kalau biasanya kita sewa vila buat dauroh, sekali-kalilah honeymoon ke vila. Eeaa...πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

"Mimpi hari ini adalah kenyataan esok hari." Cakep kaaan motivasi hari ini?

Catatan hasil Training Pasutri ini ditulis secara kreatif oleh:
Rosianafe

SERPIHAN NURANI


*Sepenggal Episode di Jakarta, Agustus 2003*

Kira-kira apa harapan anak ketika harus melihat kedua orang tuanya berpisah? Pasti ingin mereka bersatu. Anak tidak perlu mencampuri urusan orang tuanya, biarkan orang tua memilih jalannya masing-masing. Itu sepenggal pikiranku saat seorang muridku tiba-tiba bercerita tentang kegalauannya.

"Rani, tunjukkan kalau kamu bisa berprestasi. Bikin mereka bangga!"

"Tapi kalau saya berprestasi, apa mereka masih peduli?"

"Luruskan niat, prestasimu menentukan kelasmu, bukan untuk dilihat manusia, tapi ingin mengharap cinta Allah. Kalau Allah sudah cinta sama kamu, apa sih yang enggak buat kamu. Semuanya pasti dikasih."

"Termasuk kalau saya minta orang tua bersatu?"

"Sekalipun permintaanmu yang satu itu gak terwujud, Allah pasti punya rencana yang indah dan manis buatmu."

Dia memelukku beberapa jenak. Kubiarkan gadis berseragam putih-biru itu memelukku sampai air matanya meluruh. Rambutnya meriak bagai dedaunan yang tunduk pada kehendak angin.


********


*Sepenggal Episode di Bogor, Oktober 2018*

Dia duduk termenung di anak tangga kedua di depan kelasnya. Butiran hangat mengalir dari ceruk matanya.

Ada apa, Ta?
Kamu masih memikirkan Naqiya?

Dia masih terdiam sambil mengusap air matanya.

"Kamu mau kirim WA ke umi? Ini, pakai HP ibu aja!'

Tangannya mengetik beberapa kata, "Umi.
"Gimana?"

Tak lama kemudian terlihat jawaban uminya, "Umi lagi di RS. Polri"

"Umi baru beres tes DNA"

"Tiba-tiba gak ada sinyal"

Dia masih terdiam tak membalas pesan uminya. Tangannya langsung mengembalikan HP itu padaku.

"Mau ibu bantu tik?"

"Gak..." matanya kosong seolah mencari bayang sepupunya di balik rerindang pepohonan di sisi tangga kelas.

"Jadikan ini sebagai nasihat terbaik buatmu, Ta. Bekal apa yang akan kita bawa nanti. Doakan Naqiya husnul khotimah dan berkumpul dengan para syuhada".

Dia terisak sambil menyembunyikan wajahnya di balik kedua lengannya yang terlipat di atas lututnya.

*Naqiya azmi, sepupunya, adalah salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air.


Ditulis oleh: Rosianafe