Minggu, 06 Januari 2019

BAN BOCOR


.
.
Angin malam menggigit di tepi tol, air liurku mendadak kering. Suamiku melambaikan tangannya pada pengemudi lain. Alhamdulillah, seorang bapak mendekat dan meminta dongkrak. Sementara itu, anak-anak penasaran melihat bapak penolong yang sibuk mengganti ban mobil yang bocor. .
.
Perjalanan masih panjang. Malam terasa lebih panjang. Deru mobil meraung tanpa henti, sementara aku tak bisa berbuat apa-apa, tapi tak hendak meratapi nasib. Baik-buruknya sudah ditetapkan-Nya. .
.
Bismillah, perjalanan kami lanjutkan. Semoga selamat sampai rumah. Alhamdulillah 'ala kulli haal, pertolongan-Nya sangat dekat. Terima kasih, ya Allah. Terima kasih bapak penolong yang entah siapa namanya.
.
.
Samar-samar terdengar suara, "Ayah, kayaknya kalau di masa depan gak ada lampu merah deh, adanya tembok transparan yang ada magnetnya yang bakal narik mobilnya ke belakang," celoteh Fadhil, si kecil yang menemani ayahnya menyetir. Sementara mobil terhenti, SPBU cuma menyediakan pertamax sebagai penyambung perjalanan. "Yah, nanti mobil gak diisi bensin, tapi air." Alhamdulillah, akhirnya sampai di rumah pukul 02.30.
.
.
@30haribercerita
#30hbc1906
#30haribercerita1906

Sabtu, 05 Januari 2019

POLKADOT



Helai daun bayam mengelus tenggorokannya, bunda memaksaku,"Telan ayuh telan!" aku berontak dan... memuntahkannya. Aku gak begitu suka sayur.
.
.
"Ayuh biar adem," katanya. Ternyata bukan itu saja, adem lari, tablet putihlah, juga disuruh telan. Gumpalan daging bercorak polkadot putih di kiri dan kanan anak tekak enggan hilang. Rasanya tuh panas terbakar demam 🔥🔥🔥 Penasaran kan aku sakit apa? Bunda bilang harus dioperasi segala. Ampuuun.
.
Aku cuma anak usia belasan tahun yang sedang mencari eksistensi diri. Tapi terganggu dengan si polkadot ini. Buat menelan saja sulit, inginnya es krim, eh malah gak boleh sama bunda. Entah mengapa aku juga jadi insomnia kalau malam, eh kalau gak salah itu istilah buat orang yang susah tidur kan? Iyalah, cuma bisa guling kanan-guling kiri, pindah posisi tapi tetap gak bisa tidur. Para vloger di yutublah yang atraktif menghiburku saat gak bisa tidur.
.
Jidatku saat kusentuh, masih panas. Napas aja susah, ingin yang adem-adem. Kutahu bunda panik dan rajin berdoa untukku dan rajin pula nyuruh aku salat. Kukerjakan walau mager.
.
Polkadot ini ngeselin banget, bikin batuk dan bikin pengen muntah. Teman-temin yang baik hati dan tidak sombong, gemar menolong dan rajin menabung, tahu gak cara atasi amandelku yang penuh polkadot ini? Kasih tau dong. Kutunggu jawaban kalian, aku mau berlayar ke pulau kapuk dulu.

@30haribercerita
#30hbc1905
#30haribercerita1905

PARE CINTA


.
.
Kisahku begitu klasik. Hadir tak diduga tanpa pedekate. Awww! Berawal dari bertukar CV lalu bertemu dan akhirnya akad. Dan itu tak seperih ritual menggalau saat turun hujan malam minggu.
.
.
Berapa banyak orang mendamba pernikahan tanpa tahu apa di balik manisnya bulan madu. Yah, aku memang bukan pelaku nikah muda, tapi sempat terkejut, bahkan terkentut karena berbagai hal.
.
.
Bagi seseorang mungkin nikah itu keren, tapi tidak seindah yang dibayangkan, bukan? Ada proses pemindahan tanggung jawab nafkah dari ayah si gadis ke pundak suaminya. Bukan pula masalah istri yang tak bisa masak dan mengurus anak. Lebih dari itu, ada proses adaptasi, penerimaan, dan komunikasi yang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan.
.
.
Jangan khawatir, semua itu proses belajar seumur hidup. Aku pun tak layak mengeluh saat hanya menerima yang sedikit dan bersyukur atas segala kondisi. Saat pahit getirnya pare bertemu bumbu-bumbunya yang pas, tentu akan seimbang rasanya. Manis, pedas, pahit, gurih, berkumpul dalam satu wadah. Wadahnya itu bernama hati.
.
.
Semua bergantung pada penyikapan dan kelapangan hati. Hati ini memilih bersyukur meski pahit yang ditelan. Seperti makan tumis pare, pahitnya cuma mampir sebentar di lidah, kalau sudah sampai di lambung rasanya sama saja, sama seperti manisnya gula, pedasnya cabai, gurihnya micin, dan asinnya garam. Tak berpura-pura suka pare, tapi memang doyan.
.

.
Keyakinan bisa menyatukan dua insan berbeda karakter, kebiasaan, dan lainnya, bergantung pada kemampuan beradaptasi, menerima kekurangan-kelebihan pasangan, dan lintas komunikasi yang lancar. Semuanya butuh proses, perjuangan, dan pengorbanan. Termasuk dalam menurunkan ego masing-masing, menurunkan standar pasangan ideal, agar dapat saling menerima kekurangan pasangan.
.
.
Begitu pun dengan penulis yang ingin terlihat keren dengan banyaknya like sampai rela beli followers. Sejatinya ia sedang menipu hatinya sendiri. Sempat kudengar dari seseorang, keyakinan (naskahnya diterima penerbit) itu mahal, ketenaran dan koneksi mendatangkan uang. Namun, apa lantas aku mengamininya? Kupilih menggenggam bara keyakinanku.
.
.
@30haribercerita
#30HBC1904
#30haribercerita2019

Jumat, 04 Januari 2019

MAU BAKSO?


.
.
Rasanya aku ingin menyerah. Lelah dan ingin segera terlelap. Tapi ada apa di situ? Kenyataan tak seindah harapan. Aku cuma ingin bakso komplet dengan toppingnya. Tidak! Ini bukan tentang phobia pada jarum timbangan. Ini tentang keberanian menghadapi masa depan sekaligus kemungkinan-kemungkinan yang membayangiku.
.
.
Kerap kuberpikir, apa kurang garam, kurang cuka, atau kurang cabai pada baksoku. Oh, garam kehidupan yang kurasakan kian terasa asin, begitupun masamnya cuka dan dahsyatnya cabai cobaan yang mendera.
.
.
"Cuma segini nih, kekuatanmu?" cibir otakku dalam-dalam, "Kamu lupa Dia tuh paling seneng kalau dimintai pertolongan. Dia bahkan malu kalau menampik pintamu. Bukan cuma materi, secuil kebahagiaan pun pasti kaureguk."
.
.
"Self talk harus yang baik-baik, jaga adab! Iyaa deh iya, semakin aku menghindar dan bilang gapapa semakin jauh dari solusi. Jangan malu curhat sama Dia," ucap batinku penuh borok. Gumpalan sepotong asa juga sudah berceceran di beranda. Ah, malu juga kalau aku jedotin kepala ke tembok gegara lupa pada kebaikan Dia selama ini.
.
.
"Itu... itu... baksoku! Jangan diabisin!" seru nafsuku memburu terengah-engah di samping etalase senja. Senja menyeringai sambil memandangku penuh iba sambil berkata, "Pulanglah! Sapa Dia kembali dengan status hamba. Jarak menuju rumah-Nya hanya antara kening dan sajadah."

@30haribercerita
#30haribercerita1904
#30hbc1904


Kamis, 03 Januari 2019

KRIUK



Apa yang kaurasakan, kekasihku? Meraung liurmu dalam renyah di sela geligi. Rasaku terbalut sendu. Mungkinkah kau merasakan hal yang sama dengan kali pertama kita berjumpa?

Saat itu aku memang lamban mengerti maumu. Di sudut matamu menyimpan rahasia. Justru mataku saat itu tertutup oleh liukan api di sekitarku. Tubuhku rebah tak berdaya dalam letupan. Cuma bisa gegoleran sambil nyemilin merica dan garam. Kalau waktu itu sudah ada mobile legend ya bisa kali aku sambil main semalaman ganjel biji mata. Tapi jangankan main mobile legend, karena di Nokia 1100 cuma bisa main ular-ularan hitam-putih.

Kebaperan tingkat dewa menyatu dalam aliran darahku saat kau minta aku jadi istrimu. Mungkinkah terwujud atau cuma mimpi?  Bertemu denganmu saja cuma sekedipan mata. Setelah itu kita tak pernah bertemu lagi. Sendiri menyepi alias ngegalau sambil dengerin nasyid jadul Teman Sejatinya Brothers.

Hanya karena kehendaknyalah kita berjumpa. Aku hanyalah telur dadar yang menjadi belahan jiwamu,  tepung krispi. Kau kriuk dalam hidupku. Biarlah garing yang penting kau masih di sisiku.


@30haribercerita
#30haribercerita
#30HCB1903

Rabu, 02 Januari 2019

MBULET



Ada rasa yang tak keruan menghampiriku. Ada tanya yang semburat di benakku. Mengapa aku lari padahal hatiku bersamanya. Jangan lagi kau buang wajahmu pada peluh dan resahnya malam. Apa aku sembunyi dari resam dunia yang mbulet kayak benang kusut.


Berat memang kalau hidup tak ada uang. Tapi uang bukan segalanya, kawan. Sungguh langkah harus terencana jika tak mau terbelit utang. Kutahu isi dompetmu maka aku tak jua protes berteriak-teriak di piringmu yang mbulet seperti perutku.


Aku cuma adonan aci dan tahu dalam batagormu yang setia menemani sunyimu.  Lengketnya aci merekatkan kayak cintamu pada istrimu, bukan? Bongkah tahuku lumat saat egomu turut lebur dan menguatkanmu menjadi lelaki yang setia dan bertanggung jawab sampai akhir.


@30haribercerita
#30haribercerita
#30hbc1902

SELAMAT BERPISAH




Tubuhku meliuk, menguarkan aroma khas sepanjang hari. Majikanku tak sadar pengaruhku begitu kuat terhadapnya. Menggeliat ia dalam dekapanku dan aku nyata bangga melekatinya dengan kecupan mesra setiap hari.

Dengan tegas istri majikanku mengusirku tapi kubalas dengan kibasan senjataku, seringai kemenangan. Dan aku berhasil melekati suaminya dengan segenap kuasaku.

Setiap kali ia mendekat, ia berucap dengan lembut, "Sabar, ini butuh waktu!" Sementara itu, majikanku meringis kesakitan. Yah, majikanku pasrah meskipun matanya memerah dan sesekali mengerang saat tubuhku mulai kering merekah di bongkah kemarau akhir.

Saat majikanku harus tunduk pada pinta istrinya, aku hanya bisa menjerit. Pun letih tertatih untuk bertahan. Aku kerontang dalam ketakpastian hingga berat untuk sekadar mengungkapkan selamat tinggal. Terima kasih atas sebulan kebersamaan kita, sayang. Aku eksim pada tungkaimu. Akhirnya menyerah pada salep yang rutin dioleskan istrimu.


@30haribercerita
#30haribercerita
#30hbc1902