Rabu, 12 Februari 2020

PENTINGNYA INSTAGRAM BAGI DUNIA KEPENULISAN



Muda, cantik, dan cerdas, itulah yang dapat saya gambarkan untuk gadis bernama Intan Rahmadani, putri seorang blogger bernama Om Jay. Semalam mahasiswi Sastra Inggris Universitas Islam Negri Sunan Gunung  Djati Bandung itu menjelaskan tentang instagram. Dari menulis di instagram ia mendapatkan kesempatan untuk berjalan-jalan ke Jepang.


Intan mendapat hadiah ke Jepang setelah membuat caption di Instagram. Setelah itu ia diajak untuk ke Bali untuk membuat “konten instagram” yakni foto, video, beserta caption yang nanti akan dinilai oleh pihak detiktravel waktu itu. Selain ketiga hal tersebut, ia pun membuat tulisan di website detiktravel dengan pengalaman baru saat di Bali. Setelah itu baru pengumuman untuk pemenang hadiah utama ke Jepang.



Menurutnya, untuk tema travelling, kita hanya menceritakan tentang pengalaman kita yang ditambahkan dengan informasi-informasi yang kita dapatkan saat kita  travelling. Contoh saat itu ia menulis tentang kopi, ia baru tahu jika kopi memiliki jenis kelamin. Maka ia jelaskan seperti bercerita, tetapi harus ditambahkan judul yang harus menarik. Judul merupakan hal yang penting menurutnya dalam tulisan dengan tema travelling agar pembaca ingin mencari lebih lanjut tentang tulisan kita





Sebagaimana kita ketahui, instagram (juga disebut IG atau Insta) adalah sebuah aplikasi berbagi foto dan video yang memungkinkan pengguna mengambil foto, mengambil video, menerapkan filter digital, dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial, termasuk ke Instagram sendiri. Lalu apa manfaat aplikasi ini bagi seorang penulis?



Manfaat instagram untuk dunia penulisan
1. Instagram digunakan sebagai media pembelajaran. Contohnya menyebarkan design dan materi pembelajaran.
2. Instagram memudahkan penulis untuk mengisi tulisan apapaun.

Mengapa harus instagram
1. Indonesia pengguna instagram terbesar keempat.
2. Instagram tak lekang oleh waktu.
3. Informasi yang berbasis visual terbesar selain facebook yaitu instagram.
4. Instagram lebih digunakan dan dinikmati oleh kalangan muda mayoritas pelajar.
5. Instagram simple dan memiliki banyak vitur-vitur yang menarik.

Instagram  memiliki bagian-bagian. Bagian  inti utama dalam instagram yakni upload foto, video beserta caption. Namun perbedaannya, dalam penggunaan fungsi utama instagram tersebut menjadi media pembelajaran dan media informasi terkait penulisan.
Sebagai contoh, saya sebagai guru dapat mengunggah hal yang terkait  materi pembelajaran. 

Agar bisa dibaca dan diakses  secara online saya dapat menggunakan vitur caption. Caption menjadi inti untuk memberikan informasi atau materi pembelajaran. Misalnya, translate bahasa Korea,  bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Selain itu, di dalam caption bisa berisi tulisan  tentang berbagai macam pengalaman. Yang penting pengalaman itu harus baru dan belum pernah ditulis oleh orang lain. Sebagai contoh, pengalaman pergi ke suatu tempat yang belum pernah dilihat oleh orang lain. Kita ceritakan tentang tempat itu dengan bahasa kita sendiri. Dengan demikian, akan banyak orang yang membaca dan mengikuti instagram kita.

Untuk menambah follower pada instagram. Kita bisa sering mengunggah kegiatan yang kita lakukan atau materi pembelajaran yang menarik. Maka dengan sendirinya instagram kita akan banyak dibaca oleh orang lain. Namun, konsekuensi dari pertemanan di dunia maya, khususnya di Instagram, ada saja orang iseng yang sering mengganggu kita, baik secara pribadi maupun keluarga kita. Karena banyak sekarang kita meihat di televisi terdapat kasus bulliying atau perundungan. Kasus ini sering terjadi pada orang- orang terkenal, bahkan kerap berujung di meja hijau.


Untuk menghadapi hal seperti itu, kita bisa saja memblokir akun tersebut. Caranya dengan menekan titik tiga di sebelah kanan akun tersebut, lalu muncul kotak pilihan block akun. Kemudian klik block  akun yang mengganggu itu. Kita pun terbebas dari intaian dan gangguan akun itu.

Sebagai penutup perjumpaan, Intan menambahkan, "Menulis bisa dari flatfrom mana saja, termasuk instagram yang terkesan simple dan lebih sering digunakan “just for fun”. Jadi, cobalah menulis setiap hari agar terus terasah tulisan kita. Semangat menulis buku, ya Bapak/Ibu."


4 komentar: