Jumat, 14 Februari 2020

TRIK JITU MENJADI DUTA RUMAH BELAJAR



Disusun oleh: Rosiana Febriyanti

Semalam telah hadir narasumber jago TIK. Lah, saya yang bukan guru SMK, gaptek dan sering lupa pasword akun sendiri, begitu kedatangan narasumber keren ini, rooming banget kan kalau membicarakan internet dan sebangsanya. Hehehe...tetapi tidak menyurutkan semangat saya untuk mengikuti diskusi berbau TIK, cuma bisa terkagum-kagum ngantuk. Maafkan ya, suhu🙏 Sebagai pembuka, narasumber memberikan video ini.


Narasumber semalam adalah Muhammad Yahya, M.Kom. dari SMKN 1 Samarinda. Beliau menceritakan pengalaman menjadi duta rumah belajar 2018. Rumah Belajar adalah perpanjangan tangan dari pusat teknologi informasi dan komunikasi pendidikan dan kebudayaan atau pustekkom Kemendikbud dalam melakukan sosialisasi pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan sudah dimulai sejak tahun 2017. Kemudian beliau ikut di tahun yang ke-2 tahun 2018. Insya Allah tahun 2019 ini juga akan diadakan lagi oleh pustekkom. 

Keuntungan menjadi duta rumah belajar, selain dapat hadiah langsung berupa handphone dan laptop, juga mendapat kesempatan mengikuti bimbingan teknis, pengembangan bahan ajar yang dilakukan pada saat kegiatan internasional, simposium mengenai distance learning di Bali bulan Desember yang lalu, diikutkan dalam kegiatan bimbingan teknis, serta dalam kegiatan-kegiatan yang lain. Seperti dalam kegiatan kemarin diadakan di Bali, salah satu bentuknya ada yang menjadi narasumber di sana, ada juga yang ditempatkan sebagai moderator, dan yang lain, berkenalan dengan guru-guru di seluruh Indonesia, punya banyak teman di seluruh provinsi dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

Cara mendaftar sebagai calon duta rumah belajar dimulai dengan melakukan registrasi melalui situs simpatik belajar Kemdikbud.go. id. Nanti kita diberi waktu beberapa minggu untuk mempelajari kemudian proses selanjutnya akan dilakukan pengujian, kita akan menjawab pertanyaan-pertanyaan pilihan ganda dengan skor minimal 85%.

Soal-soal tersebut tentunya diambil dari bahan bahan ajar yang baik untuk sebelumnya. Dari pengalaman tahun kemarin soal-soal itu berupa literasi dasar tentang internet itu apa kemudian browser, penggunaan email, etika berinternet pokoknya hal-hal dasar terkait dunia itu yang ditanyakan di level 1 ketika dengan nilai 85 ke atas insya Allah nanti masuk ke level 2. 

Berdasarkan pengalaman kemarin ada sekitar ratusan yang mendaftar di provinsi Kaltim terjaring level 2 itu, tinggal sekitar berapa ya 70/80 orang. Pelaksanaannya bulan Maret, kit sudah mulai bisa melakukan registrasi di situ simpatik rumah belajar. Setelah melewati langkah pertama mendaftar di simpatik kita menjawab soal pilihan ganda dan kalau dinyatakan lulus maka kita nanti masuk level kedua kedua. 

Di level 2 ada fitur-fitur dari rumah belajar yang harus dikuasai. Di sana ada sumber belajar, ada buku sekolah elektronik, ada kelas maya, ada bank soal, ada jelajah angkasa, ada peta budaya, dan lain-lain yang merupakan fitur dasar dari rumah belajar. Kita harus mengenal dengan baik ini untuk apa dan bagaimana, cara masuknya, cara mengoperasikannya, dan lain-lain. Nanti kita diminta untuk membuat bahan ajar dan kita diminta untuk membuat RPP yang berbasis TIK, misalnya ada muatan atau konten bahwa dalam proses pembelajaran menggunakan teks laporan dan PowerPoint, menggunakan alat atau media kemudian menggunakan semua itu. Kita memaparkan bahan ajar yang bersumber dari sumber belajarnya yang ada di rumah belajar itu salah satunya.

Di level 2 itu nanti kita bisa minta tolong siswa untuk dokumentasikannya atau merekam kegiatan kita sedang mengajar sesuai dengan RPP yang berbasis TIK. Tidak perlu realtime, cukup 15 menit pada bagian-bagian tertentu dan kita bisa potong video yang mungkin isinya cuplikan bagaimana membuka pelajaran kemudian memberikan menyampaikan materi inti, dan mengakhiri pelajaran itu. Rekaman video itu kemudian di upload di YouTube. Lalu kita harus mengirim link YouTube nya. Setelah sudah dilakukan nanti akan proses ujian yang kedua, yaitu ujian akhir untuk mendapatkan level 3, harus sesuai nilai dari ujian online serta penugasan-penegasan video sesuai dengan satu hari saja kita mengajar dan divideokan untuk memenuhi tugas di level 2. Dari proses pemilihan duta rumah belajar ini nanti akan masuk ke level 3. 

Kalau di level 1 dan 2 tadi suruh online, di level 3 ini ada nanti ada tatap muka di masing-masing provinsi, ada dari pustekkom Jakarta yang akan hadir untuk memberikan materi tentang bimbingan. Kemudian penyempurnaan bahan bahan ajar. Nanti kita akan membuat bahan ajar sesuai mapel masing-masing secara berkelompok, kemudian ketika itu sudah dilaksanakan pelaksanaan tatap muka itu sekitar 3 hari saja di masing-masing provinsi. Di Kalimantan timur kemarin katanya di kota Balikpapan dengan diikuti sekitar 30 peserta yang lolos dari sekitar 30-an orang saja kemudian setelah proses belum berakhir. 

Setelah hadir narasumber dari pustekkom ke provinsi kita untuk memberikan bimtek, memberikan tugas-tugas yang baru maka tugas selanjutnya di level 3 ini semua calon duta rumah belajar di masing-masing provinsi Kaltim kemarin 30 orang ini harus kerja ekstra untuk menyelesaikan tugas berikutnya sehingga bisa masuk lolos ke langkah yang mewakili provinsi untuk server dalam pengukuhan sebagai duta rumah belajar. Ini sebuah perjuangan yang memang betul-betul harus dilakukan di sana. Kiita harus memberikan desiminasi kepada temen-temen di daerah kita tentang apa dan bagaimana belajar. Banyaknya jumlah guru sasaran ini juga akan memengaruhi proses penilaian. Nanti secara bertahap oleh pusat proses selama bisa 1 minggu sampai 1 bulan. Maka di final berikutnya akan ada pengumuman siapa yang mewakili provinsi masing-masing untuk menjadi duta rumah belajar nasional. Lalu kita diundang ke pusat dan ke daerah lain untuk kegiatan pemilihan duta rumah belajar di tingkat nasional. Di sana juga ada beberapa hal yang dilakukan yang membuat makalah, kemudian diskusi panel, dan presentasi mengenai upaya yang sudah dilakukan yang berbagi pengalaman apa yang sudah dilakukan dan pada final atau puncaknya pada pengukuhan duta rumah belajar. Termasuk hal ini kemarin di Jakarta dan persamaan juga dengan kegiatan Ki Hajar ini adalah sebuah ajang bagi siswa dalam memanfaatkan TIK untuk pembelajaran yang betul-betul sejalan, gurunya dikompetisikan melalui pemilihan duta rumah belajar, siswa melalui kuis kihajar dalam satu event yang diadakan. 

Secara statistik provinsi maupun nasional itu banyak guru dari jenjang sekolah dasar kemudian disusul oleh guru di sekolah SMP SMA dan SMK paling sedikit jumlahnya yang ikut pemilihan duta rumah belaja juga tidak begitu banyak, hanya 5-10% provinsi maupun nasional. Ternyata di luar sana justru banyak didominasi oleh guru-guru dari SD dan SMP yang mengikuti ini. Yang paling banyak menentukan kita nanti terpilih sebagai duta provinsi tertentu di level 3 ini kita harus berlomba-lomba untuk mencari teman-teman, mencari sekolah-sekolah yang akan menjadi sekolah sasaran kita untuk sosialisasi kegiatan ini. Kita perkenalkan ke mereka apa itu rumah belajar, apa manfaatnya, dan bagaimana cara penggunaannya.  Peserta dari sosialisasi itu nanti harus mendaftar di simpatik, juga anak itu kan tergantung nanti akan terhitung berapa jumlah guru sasaran kita yang ikut melakukan kegiatan desiminasi tadi. Itu bisa dilihat oleh pusat siapa nanti yang yang paling gencar dan banyak melakukan sosialisasi. Maka dibutuhkan networking atau jaringan pergaulan, jaringan pertemanan, jaringan kita di media sosial, baik di WA grup, dan lain-lain, ini juga sangat membantu kita. Untuk melakukan sosialisasi harus mendatangi beberapa sekolah, berkomunikasi dengan sekolah-sekolah yang menjadi sasaran, apa saja aktivitas pembelajaran. Ini juga menjadi penilaian yang porsinya cukup tinggi proses pendaftaran kegiatan duta rumah belajar.

Untuk memanfaatkan rumah belajar misal mendownload konten video pembelajaran tanpa harus masuk login pun bisa. Tapi jika ingin bertanya atau memberi komentar serta mengirim karya memang harus punya akun disana. Untuk mengikuti seleksinya level 1-4 harus mendaftar di sub domain dg alamat yg berbeda https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/
Itu versi lamanya, sedangkan versi baru yang https://belajar.kemdikbud.go.id/

Untuk sekolah yang dijadikan sekolah sasaran minimal ke 10 sasaran sekolah. Dengan niat ikhlas membiayai sendiri, tapi Alhamdulillah mereka memberi uang tranportasi kepada beliau, terlebih lagi jika institusi yang menghendaki beliau untuk datang sosialisasi.

Sebagai penutup, beliau memberi simpulan Rumah Belajar adalah sebuah solusi dari pemerintah untuk layanan pembelajaran abad 21 yang sudah dibangun sejak 2011 lalu untuk menghadapi Era Pendidikan 4.0. Semoga Pendidikan di Indonesia semakin maju.

Oh iya, kalau sahabat ingin mendengarkan suara beliau saat menjelaskan apa yang saya tulis di atas, silakan meluncur ke https://youtu.be/HvpqyWof5LQ
Selamat menyimak ya.

7 komentar:

  1. Selalu keren liputan kuliah onlinenya dan bisa dijadikan contoh dalam memuat resume

    BalasHapus
  2. Sungguh saya jadi penggemar setia blog keren ini karena saya membutuhkan info lenfkapnya

    BalasHapus
  3. Terima kasih Bu Anis dan Bu Astuti. Saya ngapung nih. Hehe

    BalasHapus
  4. Saya bukan siapa-siapa, hanya butiran debu di sudut kaca jendela kelas.

    BalasHapus
  5. rinci sekali bu ros ...mantapp luar biasa....trimakasih share pengalamannya

    BalasHapus